Oleh: Ash. Kahfi
Mereka
menyuarakan perubahan dengan lantang,
tanpa
melihat air mata berjatuhan.
Betapa
menyedihkannya seruan itu.
Telah
diwariskan penderitaan yang cukup lama.
Tujuannya
hanya kemerdekaan.
Segala
macam cara engkau permainkan,
Hingga
harta adalah tujuan yang engkau perjual-belikan.
Kemunafikan
terus saja berjalan di arah kegaduhan sementara kesengsaraan telah terjadi
dimana-mana, bahkan disampingmu.
Wahai
pemilik peradaban, kembalilah ke langkah yang engkau perjuangkan.
Sebagaimana
derita adalah hadiah terbesar yang terjadi disekitar kita.
Alam
telah memberikan tanda-tanda kekecewaan terhadap gayamu.
Apakah
engkau merasakannya di dalam jiwamu ?
Jiwamu
adalah satu-satunya jalan kedamaian.
Masihkah
ada identitasmu ?
Maret 2016
Maret 2016






0 komentar:
Post a Comment