Daeng bekerja sebagai penjual ikan, setiap hari dia menjual ikannya dikompleks mario. Daeng itu sangat menyukai lagu dandut yang berjudul begadang, hampir setiap harinya dia menyayikan lagu itu pada saat mengendari sepeda buntutnya. Suaranya itu tidak amat bagus kalau dibandingkan dengan Rhoma Irama yang raja dandut itu.
Dia itu bernama lengkap Daeng Kasing, umurnya itu sudah empat puluh lima tahun lamanya. Dia menjual ikan sejak umur dua puluh lima tahun lamanya, hampir dua puluh tahun lamanya dia menjual ikan, dan Istrinya bernama daeng Ti’no, umurnya sudah empat puluh tahun lamanya. Pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga saja. dia memiliki anak tiga orang. Anak pertama berumur dua puluh tahun, anak kedua berumur lima belas tahun, dan anak ketiga berumuran sepuluh tahun.
Anak pertamana bernama Jordy dia bekerja sebagai sopir mobil angkutan kota, karena dia kasian melihat bapa’nya, maka dari itu dia membantunya dengan cara seperti itu. Kalau di hitung penghasilannya sehari tidak lumayan banyak yang penting sudah menghidupi keluarganya.
Anak kedua bernama Emon dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Dia sangat mengeluh jika uang jajannya tidak cukup menurutnya, apa lagi kalau tidak di antar ke sekolahnya bisa jadi marah. Jadi kakaknya harus siap mengantarkannya dengan senang hatinya, apa boleh buat itu sudah ketentuan dari orang tuanya. Dan
Anak ketiga bernama Erma di masih menduduki bangku sekolah dasar dikelas lima. Anak ini sangat menyukai boneka berbie, dia meyuruh bapa’nya untuk membelikan boneka tersebut, tetapi uang mereka tidak mencukupinya untuk membeli boneka itu. Lama kelamaan Erma tidak sabar lagi mempunyai boneka berbie, beberapa menit kemudian datang kakaknya yang pertama membawakan boneka yang dia inginkan. Kata Erma, dia sangat senang menerima boneka itu dari kaka’nya yang pertama, kata Erma Terima Kasih kaka’.
“Daeng Kasing” selaku bapa’, dia sangat bangga melihat anaknya senang bersamanya meskipun daeng kasing melihatnya dia sudah puas melihatnya senang dan saling membantu. Daeng Kasing sangat-sangat terharu melihat anaknya yang sedang senang dan gembira. “Daeng Ti’no” selaku mama dari Jordy, Emon, dan Erma. Dia juga sangat bangga melihatnya gembira dan saling membantu sesamanya.
“Dimana bapa’ sekarang?” Tanya Erma
“Pergi kerja.” Kata Jordy
“Jam berapa pulang? Tanya Erma
“Sekitar jam 17.00.” kata Jordy
Sekiranya bapa’ baik-baik saja disaat dia sedang berkerja. Tentu saja itukan pilihan kita agar bapak kita baik-baik saja mungkin ada perasaan yang menajukkan ketika bapa’ datang menjumpai anaknya dirumah.
Emon lagi keasikan bermain dengan tetangganya lantas mengapa dia sangat tidak diperhatikan oleh ibunya yang sedang istirahat dikamarnya? Mengapa tidak sama dengan Jordy dan Erma yang sering dan selalu diperhatikan oleh ibunya. Mungkin Emon sangat diperhatikan sama bapa’ yah karena bapa’nya sangat menyukai tingkah lakunya yang tidak nakal bagaimana dan turut setiap omongan bapa’nya.
“Emon, cita-cita kamu apa? Kata daeng kasing
“Jadi pilot bapa’.”
“kalau begitu sekolahmu baik tidak?”
“ kadang baik, kadang juga tidak bapa’.”
Sekilas pertanyaan dari bapa’nya buat Emon, percakapan dia atas sungguh sangat mengawatirkan mamanya yang sedang mendengarkan dengan serius. Daeng kasing hanya bisa diam saja pada saat ditanya dengan istrinya mengenai percakapan di atas, dengan cara apalagi Daeng Kasing bisa mendidik anaknya untuk menuju ke cita-citanya agar bapa’ dan mamanya bangga terhadap ketiga anaknya, meskipun jalan anaknya berbeda-beda, maka Daeng Kasing harus berusaha untuk menyampaikan keinginan anaknya dengan baik. Kiranya itu salah satu pilihan orang tua terhadap anaknya.
Ketika jordy lagi keasikan mengendarai mobilnya yang sedang mencari penumpang, dia juga senang melihat keadaan penumpang mobilnya ful sambil memutarkan musik daerah seperti lagunya ridwan sau yang berjudul Jule’I rikau’. Penumpangnya sangat mengagumi lagu yang diputarkan oleh Jordy sebut saja sopir sampai ada orang bilang kiri dia mendapatkan uang tambahan dari penumpangnya karena Jordy sudah memuaskan penumpangnya. Kesenangannya membuat dia merasa nyaman dengan pekerjaannya.
Bapa’nya dengan senang hati melihat hasil pekerjaan jordy, yang tidak mengenal lelah untuk medapatkan kebutuhan pokoknya. Mungkin saja kelamaan tidak begini hasil yang dia dapatkan selamanya, karena pekerjaan jordy tergantung dengan lurang yang dia dapatkan.





0 komentar:
Post a Comment